Index+Profil+Berita+Agenda+Buku Baru+Layanan+Galeri
 
 

Jam buka:
Setiap hari
9 00-21 00 Wib

Alamat:

Kompleks LIPI
Jl. Cikabuyutan No. 6
Baranangsiang-BOGOR
Cabang:
Jl. Pakuan 2 No 1a Ciheuleut - BOGOR
(Depan Kampus Univ.PAKUAN)
Telepon:
0251 379439
0812 1106647
Email:
info@jendela-online.com
infojendela@yahoo.com

+Katalog Buku
+
Katalog majalah
+Merchandise
+Peta Alamat
 
 
Deddy Mizwar
Demi Komik, Jalan Kaki Lima Kilometer

Komik memang bacaan kegemaran anak-anak hingga remaja, tak terkecuali dengan Deddy mizwar. Aktor kawakan ini juga mengakui sangat menggandrungi berbagai macam komik sejak kanak-kanak hingga remaja. Apa pun dilakoninya asalkan dapat membaca komik berseri yang disukainya, seperti Arjuna wiwaha, Rama sinta, dan tentu saja Kho Ping Hoo.

Ketidakmampuannya membeli buku tidak menghalanginya untuk menikmati komik kesukaannya, Deddy mensiasatinya dengan menyewa di tempat persewaan komik. Dan, usaha untuk dapat menyewa komik tersebut tidak tanggung-tanggung, jalan kaki lima kilometer antara rumahnya di Kemayoran dengan kios komik tersebut. "Saya masih ingat tempatnya di Gang Mangga, Jalan Garuda, dekat Taman Siswa. Di situ paling lengkap koleksi komiknya dan cepat sekali menyediakan komik terbaru," kenang Deddy.

Harga sewa yang terjangkau membuat dia setia duduk di tempat persewaan tersebut. "Sering kali seharian dari pagi hingga kiosnya tutup, sampai lupa makan apalagi kalau sedang baca Kho Ping Hoo," ucap ayah Senandung Cinta dan Zulfikar. Tentu saja Deddy sering ke tempat kios tersebut sepulang sekolah dan tidak pernah membawa komik pulang ke rumah, "karena baca di tempat sama dibawa pulang harganya beda, kalo dibawa pulang dapetnya cuma sedikit." Untuk menyiasatinya adalah dengan membaca di tempat persewaan tersebut agar dapat menyewa lebih banyak. Maka, mengisi hari libur sekolah dengan mendatangi kios persewaan komik menjadi wajib baginya.

Untuk dapat selalu mengikuti setiap seri judul komiknya, Deddy harus sabar menyewanya pelan-pelan, "Kalo menyewa semua seri sekaligus saya enggak mampu," ujar suami Giselawati ini. Deddy kini sudah tidak ingat lagi harga sewa komik tersebut, tetapi baginya cukup terjangkau karena dia tidak mampu untuk membeli komik ataupun buku bacaan.

"Uang itu pun saya dapat dari orangtua seminggu sekali," kenang Deddy yang kadang mengambil sendiri uang tersebut dari kotak uang di warung pangkalan minyak tanah milik orang tuanya. "Jadi sambil berkata minta uang tangan saya sudah menyentuh kotak uang tersebut," ucap Deddy sambil tertawa mengingat tingkah laku masa kecilnya.

Meski banyak komik yang dibacanya, Deddy mengaku tidak ada satu pun komik yang paling digemari diantara yang lain. Membaca adalah mencerna dan mengolah isi bacaan tersebut dan Deddy merasa ingin mengolah apa saja yang dibacanya.

Kini, setelah jadi orangtua, Deddy selalu membelikan bacaan kesukaan untuk anak-anaknya, termasuk komik. Membanjirnya komik Jepang membuat dia kesulitan melihat kembali komik-komiknya dahulu, dia menyayangkan komik asli Indonesia kini tidak tampak lagi.

"Anak-anak saya hanya mengenal komik Jepang, padahal saya pusing membacanya," ujar Deddy.

Sumber:Umi/Litbang Kompas

« Index berita
 
 
       
 
  Index | Profil | Berita | Agenda | Buku Baru | Layanan | Galeri  
  Copyright © 2006 JENDELA - Toko Buku Alternatif, All right reserved
Best view@IE6+firefox1.1+Netscape7.1